Fajar Afrianto

NIM. 20250843725

Portfolio ini merupakan refleksi awal sebagai fondasi dasar karakter untuk menjadi seorang pendidik yang profesional, berdedikasi, dan inspiratif.

Foto Fajar Afrianto

Profil Mahasiswa

Latar Belakang

Halo, perkenalkan nama saya Fajar Afrianto. Saya berasal dari Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Daerah Bantul terkenal dengan keunikan budayanya, terutama budaya gotong royong yang masih kental dan kehidupan masyarakat yang sederhana namun penuh kebersamaan. Nilai-nilai gotong royong dan kesederhanaan ini membentuk karakter saya untuk selalu menghargai keberagaman, kerja sama, dan pentingnya kontribusi positif bagi komunitas sekitar.

Motivasi & Inspirasi

Inspirasi terbesar saya untuk menjadi guru profesional berawal dari pengalaman berharga bertemu dengan guru yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga memberikan teladan hidup yang luar biasa.

Pendidikan adalah fondasi utama masa depan bangsa. Tujuan saya adalah menjadi pendidik sekaligus fasilitator yang mampu menyalakan potensi terbaik siswa dan membimbing mereka dengan ketulusan.

"Pendidikan bukan tentang mengisi wadah kosong, melainkan menyalakan api keingintahuan."

Riwayat Hidup

Pendidikan

  • PPG Prajabatan
    UST Yogyakarta (Sekarang)
  • S1 Pendidikan Teknik Mesin
    UNY (Angkatan 2018)

Pengalaman Kerja

  • Instruktur Pengelasan
    Lembaga Pelatihan Kerja (LPK)

Prestasi

  • Juara 3 Welding UGM 2016
  • Juara 1 LKS DIY 2017
    Prototype Modeling
  • Juara 1 Welding UNS

Dokumentasi

Kumpulan Artefak

Kumpulan dokumen dan hasil karya sebagai bukti pelaksanaan pembelajaran.

Video Mengajar

Rekaman visual praktik mengajar langsung yang menampilkan dinamika interaksi, pengelolaan kelas, dan penguasaan materi.

Lihat Detail

Bahan Ajar

Materi pembelajaran komprehensif yang disusun untuk mendukung pemahaman teori dan praktik kejuruan siswa.

Lihat Dokumen

Analisis Artefak Pembelajaran

Refleksi mendalam terhadap rancangan dan perangkat pembelajaran yang telah disusun.

Kendala Penyusunan

Dalam menyusun RPP berdasarkan kondisi nyata di lapangan, ada beberapa kendala yang dihadapi, yaitu:

Pengaturan waktu praktik karena jumlah mesin terbatas
Di bengkel hanya tersedia 5 mesin bubut untuk 24 siswa, sehingga siswa harus bergantian menggunakan mesin. Tantangan terbesar adalah mengatur kegiatan belajar agar siswa yang sedang menunggu giliran tetap aktif dan produktif. Guru harus menyiapkan kegiatan lain supaya semua siswa tetap belajar selama praktik berlangsung.

Membuat pembelajaran yang tidak menakutkan bagi siswa
Banyak siswa menganggap pemesinan bubut itu sulit sehingga kurang percaya diri dan motivasinya menurun. Karena itu, guru perlu membuat LKM dan pertanyaan pemantik yang sederhana, menarik, dan mudah dipahami agar siswa lebih penasaran dan semangat belajar.

Menyesuaikan target pembelajaran dengan keterbatasan alat
Materi pembelajaran menuntut siswa menguasai keterampilan pembubutan yang cukup kompleks. Namun, waktu praktik dan jumlah alat terbatas, sehingga guru harus pandai mengatur jadwal dan proyek praktik agar semua siswa tetap bisa mencapai tujuan pembelajaran.

Teori/Konsep Pedagogi

Konsep pembelajaran yang digunakan dalam RPP menggabungkan beberapa pendekatan agar pembelajaran tetap menarik meskipun fasilitas terbatas.

Pendekatan Deep Learning

Berkesadaran: Guru memulai pembelajaran dengan memastikan kondisi dan kesiapan siswa terlebih dahulu.

Bermakna: Materi dikaitkan langsung dengan kebutuhan dunia kerja sehingga siswa memahami manfaat dari pembelajaran tersebut.

Menggembirakan: Pembelajaran dibuat lebih santai dan menyenangkan melalui diskusi kelompok dan kerja sama antar siswa.

Sistem Among Ki Hadjar Dewantara

Ing Ngarsa Sung Tuladha: Guru memberikan contoh cara kerja, sikap disiplin, dan keselamatan kerja.

Ing Madya Mangun Karsa: Guru mendampingi siswa selama proses praktik dan diskusi kelompok.

Tut Wuri Handayani: Guru memberi kesempatan siswa untuk bekerja mandiri, mengecek hasil kerja, dan mempresentasikan hasil praktiknya.

Model Problem Based Learning dan Project Based Learning

Pembelajaran dimulai dengan pemberian masalah yang sering ditemukan di dunia industri. Setelah itu siswa bekerja secara kelompok untuk menyelesaikan proyek praktik yang diberikan. Guru berperan sebagai pendamping dan fasilitator selama proses pembelajaran.

Faktor Keberhasilan

Agar pembelajaran tetap berjalan efektif meskipun jumlah mesin terbatas, beberapa strategi yang digunakan adalah:

Pembagian kelompok dan tugas
Pada pembelajaran teori, siswa dibagi menjadi kelompok kecil. Saat praktik, siswa bekerja berpasangan dalam satu mesin. Satu siswa menjadi operator mesin dan siswa lainnya mengawasi keselamatan kerja serta mencatat proses pengerjaan. Setelah itu peran ditukar agar semua siswa mendapatkan pengalaman yang sama.

Menerapkan budaya kerja industri
Siswa dilatih disiplin dan bertanggung jawab seperti di dunia kerja. Sebelum praktik, siswa harus menyiapkan langkah kerja dengan baik agar waktu penggunaan mesin lebih efektif.

Pemanfaatan LKM secara maksimal
Saat menunggu giliran praktik, siswa tetap belajar melalui LKM, seperti menganalisis parameter pemotongan, membaca gambar kerja, atau mencari informasi tambahan dari buku dan internet.

Adaptasi Situasi Kelas

Jika pembelajaran diterapkan pada kelas dengan kondisi berbeda, beberapa penyesuaian yang perlu dilakukan adalah:

Jika jumlah mesin lebih sedikit atau jumlah siswa lebih banyak
Guru dapat memperbesar jumlah anggota kelompok dan menggunakan media tambahan seperti video atau simulator mesin bubut sebelum siswa praktik langsung di bengkel.

Jika kemampuan awal siswa masih rendah
Guru perlu memberikan proyek yang lebih sederhana, memperbanyak demonstrasi, dan melibatkan teman sebaya untuk membantu siswa lain yang masih kesulitan.

Jika kebutuhan industri berbeda
Produk atau tugas praktik dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri sekitar, tetapi tetap mengikuti kompetensi dasar yang ada di kurikulum.

Instrumen Penilaian & Hasil Observasi

Lampiran 7: Penilaian Perangkat

Berdasarkan penilaian guru pamong, rancangan pembelajaran mendapat masukan positif pada [Sebutkan keunggulan]. Catatan perbaikan adalah [Sebutkan saran perbaikan], yang membantu menyempurnakan RPP/Modul Ajar.

Unduh Lampiran 7

Lampiran 8: Praktik Mengajar

Evaluasi praktik mengajar selama 3 siklus. Siklus I berfokus pada [Pengelolaan kelas]. Siklus II menunjukkan progres pada [Interaksi siswa], dan Siklus III memantapkan kompetensi [Penggunaan model secara utuh].

Unduh Lampiran 8

Model Guru yang Dituju

Misi Profesional Guru

"Menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik, untuk mencetak generasi yang cerdas secara akademik dan memiliki karakter luhur sesuai Profil Pelajar Pancasila."

Misi ini diwujudkan melalui tiga pilar pengajaran utama:

  • Humanis & Inklusif: Menerapkan Sistem Among Ki Hadjar Dewantara untuk menumbuhkan kodrat alami siswa.
  • Link & Match Industri: Menyusun skenario pembelajaran relevan dengan budaya dan kebutuhan kerja industri teknik nyata.
  • Kreativitas & Proyek: Mengedepankan model pembelajaran berbasis tantangan dan proyek terapan.

Kompetensi Profesional

Menguasai secara mendalam aspek keilmuan pedagogik abad ke-21 serta keahlian teknis pemesinan modern yang terintegrasi:

Kompetensi Pedagogik & TPACK

Mampu merancang pembelajaran berbasis TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) dan menerapkan model inovatif seperti PBL dan PjBL secara kontekstual di kelas kejuruan.

Keahlian Teknik & Kejuruan

Memiliki penguasaan praktik kejuruan khusus berstandar industri manufaktur mesin:

Teknik Pengelasan (Welding) Manufaktur & Bubut Desain CAD / 3D Modeling

Karakter & Nilai Pendidik

Pondasi moral dan etika kerja luhur untuk menumbuhkan kepercayaan siswa dan menciptakan teladan positif yang berlanjut:

  • Empati & Kepedulian Mampu memahami kondisi psikososial siswa, merangkul perbedaan kemampuan, serta mendampingi dengan ketulusan hati.
  • Pembelajar Sepanjang Hayat Memiliki growth mindset untuk terus berefleksi diri secara kritis, meningkatkan kompetensi diri, dan terbuka terhadap kemajuan IPTEK.
  • Integritas & Disiplin Industri Memberikan keteladanan luhur (Ing Ngarsa Sung Tuladha) berupa dedikasi kerja tinggi, kejujuran, dan keselamatan kerja (K3).

Hubungi Saya

Mari berdiskusi lebih lanjut mengenai pendidikan, inovasi, atau kolaborasi.

Email

fajarafri235@gmail.com

Kirim Pesan

WhatsApp

085842004081

Lokasi

Bantul, D.I. Yogyakarta